Tantangan untuk Membuktikan Eksistensi Tuhan (3)


Teis harus bisa mendasarkan kepercayaannya pada makhluk supranatural melalui argumen rasional. Jika ternyata argumen ini terbukti tidak valid, dia mesti menanggalkan kepercayaannya itu.
Dengan kata lain, valid atau tidaknya argumen seharusnya bisa membikin perbedaan bagi seseorang untuk percaya atau tidak percaya pada Tuhan.
Teis selalu berargumen mereka memiliki bukti akan eksistensi Tuhan. Akan tetapi jika ditunjukkan absurditas akan klaim ini, umumnya mereka akan berkata: “Tidak masalah meskipun tidak ada bukti valid, karena aku telah mempercayai Tuhan. Aku akan tetap percaya baik ada bukti atau tidak”
Pernyataan seperti ini jelas tidak rasional. Bagi orang-orang seperti ini, pun ditunjukkan bukti sebaliknya tidak akan mempunyai pengaruh apapun.
Sebelum berdiskusi dengan teis, pertanyaan berikut mesti terlebih dulu diajukan: “Jika argumen Anda ternyata tidak valid, akankah Anda menanggalkan kepercayaan kepada Tuhan?”
Jika jawabannya “tidak” maka diskusi lebih jauh hanya akan membuang waktu saja.
Maka klaim akan rasionalitas  pun hanya palsu belaka, karena toh dia tidak peduli meski ditunjukkan bahwa argumennya tidak kuat. Inilah yang disebut sebagai munafik.
Jadi syarat terakhir sebelum teis membuktikan eksistensi Tuhan, apakah teis akan menanggalkan kepercayaannya jika ternyata bukti yang ditunjukkannya tidak valid?(tamat)

Add New Reply: