Tantangan untuk Membuktikan Eksistensi Tuhan (1)


Sebelum berusaha membuktikan eksistensi Tuhan, ada beberapa syarat yang mesti diperhatikan para teis. Syarat ini berguna untuk menghindarkan kesalahan berpikir.
Pertama, argumen eksistensi Tuhan tidak boleh mengandung asumsi-asumsi. Teis tidak boleh mengasumsikan sesuatu itu benar sebelum dibuktikan.
Kesalahan berpikir ini disebut “question begging”. Kesalahan ini sering dilakukan teis yang tidak terlatih. Sebagai contoh, ketika berhadapan dengan ateis, orang beragama sering bilang: “Tapi jika Tuhan tidak eksis, lantas siapa yang menciptakan alam semesta?”
Atau: “Kalau Anda tidak percaya Tuhan, bagaimana Anda menjelaskan keajaiban desain alam semesta?”
Kesalahan berpikir diatas umum ditemui dan sangat jelas sebenarnya. Teis mengasumsikan alam semesta memerlukan sebab awal atau alam semesta memerlukan desain, hingga diasumsikan pasti ada “sesuatu” yang menciptakan atau mendesainnya.
Ini seperti perumpamaan, gerhana bulan terjadi karena ada raksasa yang memakan bulan, oleh karena itu kentongan perlu ditabuh agar raksasa memuntahkan bulan kembali. Kentongan ditabuh karena diasumsikan raksasa pemakan bulan ada, padahal makhluk itu tidak pernah ada.
Sebelum meyakini ada raksasa yang memakan bulan, eksistensi raksasa ini perlu dibuktikan eksis, bukan sekedar diasumsikan eksis.
Jadi pertanyaannya bukanlah,”Siapa yang menciptakan alam semesta?”, melainkan,”Apakah alam semesta ini memerlukan adanya pencipta?”.
Kegagalan teis memahami pertanyaan ini hanya akan menghasilkan kebingungan.
Tuhan diposisikan sebagai solusi atas masalah metafisika, tapi Tuhan sendiri dianggap ujug-ujug ada, tanpa diperiksa ada/tidaknya terlebih dahulu.
Untuk membuktikan adanya penyebab awal (Tuhan), teis harus membuktikan, bukannya mengasumsikan, bahwa alam semesta memerlukan penyebab awal.
Untuk membuktikan adanya pendesain (Tuhan), teis harus membuktikan, bukannya mengasumsikan, bahwa alam semesta menunjukkan hasil dari sebuah desain.
Gagal menjawab isu ini akan menyebabkan kegagalan untuk membuktikan eksistensi Tuhan. Pembuktian adanya Tuhan tidak dapat diawali dari asumsi bahwa Dia ada (bersambung disini).

Add New Reply: