Pendapat Saya yang Menggemparkan tentang Alquran


Tulisan ini terlarang bagi anak-anak di bawah umur dan orang dewasa yang juga masih kanak-kanak. Karena tulisan ini bukan untuk hiburan. Tapi adalah untuk berpikir realistis. Dan tentu bukan untuk berbasa-basi apalagi untuk bertele-tele.
Bagaimana pendapat saya tentang ayat-ayat Alquran?
Bagus, bahasanya sangat menggugah. Tapi soal kebenaran isinya tunggu dulu. Saya tidak mudah percaya. Saya tidak takut dengan ancaman bahwa ayat Alquran adalah kalam Tuhan yang WAJIB dipercaya. Kata-kata WAJIB YAKIN adalah kata-kata HARAM bagi saya.
Apa sebab?
Gampang! Saya akan mengujinya dengan nalar dan kenyataan empirik. Jika ayat Alquran tidak terbukti dalam kenyataan sehari-hari maka saya tidak percaya.
Jika ayat Alquran mengatakan bahwa air itu panas, api itu dingin saya tidak percaya. Jika ayat Alquran mengatakan bumi itu segitiga dan matahari itu terbuat dari bola salju,
maka saya tidak percaya.
Lagi?
Jika ayat Alquran mengatakan bahwa kebenaran akan selalu menang dan berjaya dimuka bumi, maka saya tidak percaya. Karena kenyataannya banyak penjahat dan koruptor juga menang dengan modal akal cerdik dan siasat bulusnya. Kalah menang adalah soal manajemen dan strategi. Dan itu diterima hukum alam tanpa pilih kasih.
Jika ayat Aluran mengatakan bahwa sholat adalah kunci sukses, saya tidak percaya. Karena banyak orang yang tidak sholat dan tidak mau tau soal agama malah banyak yang sukses. Karena kenyataannya sukses adalah soal kesesuaian cara berpikir dan tindakan seseorang dengan mekanisme hukum sukses yang bersifat alamiah. Tidak bersifat mistifikasi.
Jika ayat Alquran menyatakan bahwa agar manusia pandai maka dia harus percaya pada Tuhan, saya tidak percaya, karena kenyataannya banyak orang cerdas malah agama dan keyakinannya juga tidak jelas. Karena soal cerdas tidak cerdas hanya soal optimasi cara berpikir dan sikap mental. Dan itu bisa dipelajari secara alamiah JIKA manusia itu mau dan gigih belajar. Faktanya begitu.
Jika ayat Alquran menyatakan bahwa segala nafsu dan ambisi manusia harus dikutuk maka saya tidak percaya. Karena kenyataannya untuk hidup yang benar-benar hidup saya harus mengalir sejalan dengan segala irama kemanusiaan saya. Menari diantara gejolak nafsu, ambisi dan bermain cantik sesuai mekanisme hukum alam dan hukum sosial.
Jika ayat Alquran menyatakan bahwa orang yang tidak bernafsu dan tidak berambisi adalah sosok pribadi yang baik, saya tidak percaya. Karena kenyataannya tidak sedikit orang-orang yang taat beribadah juga adalah sosok-sosok manusia munafik dan penjilat dalam hubungan antar manusia, pura-pura baik dan bermuka manis dalam silaturrahmi. Tapi suka bergunjing dan menikam dari belakang.
Dan …. juga tidak sedikit yang mati lemas dalam menjalani hidup dengan dalih bahwa orang beragama harus menerima segala penderitaan dan tikaman musuh dengan lapang dada (candu psikologis).
Jika ayat Alquran menyatakan bahwa segalanya yang terjadi pada manusia adalah ketentuan dan sudah diatur oleh Tuhan, maka saya tidak percaya. Karena kenyataannya manusia itu memilih. Dan hasil akhir dari hidupnya adalah kumpulan dari pilihan pilihannya untuk berpikir, merasa dan bertindak.
Singkat kata, saya hanya percaya jika ayat-ayat Alquran sejalan dengan KENYATAAN EMPIRIK.
Dengan kata lain, untuk mengakui bahwa air mendidih itu panas, saya cukup membuktikannya dengan menghampiri dan menyentuhnya. Saya tidak perlu mencari-cari ayat Alquran yang menyatakan tentang fakta itu.
Untuk membuktikan bahwa anak-anak yang lahir karena perzinahan itu bodoh, saya cukup melihat anak-anak teman atau tetangga saya yang lahir sebelum mereka menikah. Apakah benar bahwa anak mereka bodoh. Saya tidak akan bersikukuh mengatakan anak mereka bodoh jika kenyataannya anak mereka pintar. Saya tidak akan berjibaku mengatakan anak mereka bodoh jika ayat Alquran mengancam bahwa anak perzinahan akan terlahir bodoh. Karena buktinya anak mereka baik-baik saja dan juga pintar.

Jika ayat Alquran mengatakan bahwa hanya dengan mengingat Tuhan hati manusia akan tentram damai saya tidak percaya. Karena banyak orang yang tidak percaya agama dan tidak mau tau tentang Tuhan juga ada yang tenang dan enjoy-enjoy saja. Bahkan yang sibuk mengingat Tuhan juga banyak yang stres dan mengalami gangguan kejiwaan stadium rendah.
Singkat kata, Alquran sejati saya adalah mekanisme hukum alam yang tidak terbantah.
Apresisiasi saya terhadap Alquran adalah bila berhubungan dengan perkara ghaib. Misalnya tentang Tuhan, malaikat, setan, wahyu dan hari akhir. Tapi apresiatif bukan dalam arti saya langung percaya. Sikap saya adalah SIMPATI KRITIS. Menghargai tanpa langsung percaya.

Add New Reply: