Menggugat Syahadat Islam dengan Atheisme!


Anda boleh marah. Anda boleh naik pitam. Atau mungkin pingsan. Tapi apakah anda tidak malu pada diri anda sendiri? Pada Tuhan? Padahal anda adalah orang yang beriman? Bukankah salah satu ciri orang beriman adalah sabar? Anda terlalu bodoh jika marah-marah hanya karena sebuah tulisan tolol seperti ini.
Tidak Ada Tuhan Selain Allah
Inilah syahadat dalam agama Islam. Maaf saya tidak tampilkan ayatnya. Maklum saya bukan orang Arab. Tapi terjemahan Bahasa Indonesianya sudah betul bukan?
Nah sekarang saya akan mulai menggugatnya. Anda siap-siap.
“Tidak Ada Tuhan …”
Tiga kata di awal Syahadat tersebut adalah sebuah negasi. Sebuah penolakan terhadap Tuhan. Karena tidak ada manusia yang mampu mengetahui, memahami apalagi jika ada yang mengaku-ngaku sudah MENEMUKAN Tuhan. Itulah syirik yang termasuk dosa besar dalam ajaran Islam.
Sekian truk definisi tentang Tuhan sudah bertebaran di sepanjang sejarah kebudayaan manusia. Mulai dari paham Agama, Mistisme, Filsfat, Ilmu Pengetahuan, berbagai diskusi dan entah apalagi. Tapi semua itu bukanlah Tuhan itu sendiri. Tapi hanya tulisan dan pembicaraan tentang Tuhan. Pemikiran tentang Tuhan. Imajinasi tentang Tuhan. Pengandaian tentang Tuhan. Tapi bagaimana dengan Tuhan yang sebenarnya? Tidak ada yang tahu!
Tuhan, jika Dia ada, mestinya tentu melampaui dimensi kemanusiaan. Panca Indra, akal dan hati, bagaimana pun canggihnya, tetaplah alat yang menempel pada diri manusia. Yang tidak bisa lepas dari hukum alamiah. Silahkan sebutkan satu contoh saja jika ada manusia yang bisa melampaui kodratnya sebagai manusia. Bukankah pada akhirnya manusia itu juga mati? Para Nabi, orang saleh, syaikh, dukun, pemikir, orang sinting, orang gila, para normal dan tuyul akhirnya juga mati?
Tidak ada manusia yang bisa melampaui dimensi kemanusiaannya. Dia tetap berada dalam perspektif. Sedang Tuhan? Tak terbetik oleh hati, tak terbayangkan oleh pikiran. Seperti apakah Tuhan? Entahlah
Inilah yang ditegaskan oleh awal Syahadat tersebut: “Tidak ada Tuhan…”
Tidak ada pengetahuan dan pemahaman manusia yang bisa menjangkau Tuhan. Karena itu tiga kata ini adalah sebuah penegasan bahwa manusia harus menolak semua pernyataan manusia tentang Tuhan. Tolak semuanya! Bunuh! Bunuh Tuhan yang seperti itu! Jika belum tahu cara membunuh Tuhan, pelajari bagaimana cara paham Atheis yang sangat canggih dalam membunuh Tuhan.
Setelah manusia kosong dari semua tuhan-tuhan palsu ciptaan manusia, ciptaan akal pikirannya, ciptaan imajinasinya, ciptaan hati dan perasaannya, maka Barulah muncul penggalan kata berikutnya: “…… Selain Allah (Tuhan)”
“Tidak Ada Tuhan Selain Allah”
Tuhan-tuhan palsu itu tidak ada. Yang ada hanya Tuhan yang sesungguhnya!
Seperti apa Tuhan yang sesungguhnya? Tidak ada yang tahu. Tapi pengakuan bahwa ada Sesuatu di balik Jagat Raya ini, Roh Alam Semesta ini, maka itu sudah cukup. Jangan diteruskan. Omong kosong!
Inilah sebuah pengakuan akan keterbatasan manusia dengan segala kemampuannya. Bahwa dirinya hanya setitik bagian di hamparan Jagat Raya. Bahwa sejauh apapun manusia belajar, berjalan dan terbang, pada akhirnnya dia akan tersungkur dihadapan tembok yang bernama Misteri Jagat Raya. Macet!
Disaat itulah munculnya pengakuan (bukan pembuktian):
Tidak ada Tuhan selain Allah!
Itulah yang saya maksudkan dengan menggugat syahadat Islam dengan Atheisme.
Menuju syahadat melalui Atheisme.
Karena itu menurut saya memahami Atheisme bukanlah suatu hantu yang perlu ditakutkan. Jangan dikira tanpa memahami Atheisme, tuhan-tuhan palsu sudah bersih dari keyakinan anda. Seperti scanning virus yang belum sempurna dalam system registry komputer.
Jangan-jangan umat beragama (Islam), tanpa disadarinya, menyembah nafsunya, perasaannya, pemikirannya, imajinasinya dan ilusinya sebagai Tuhan. Jangan-jangan umat beragama (Islam) menyembah tuhan yang disajikan oleh para guru, orang-orang yang dianggap suci, para normal, dukun dan tuyul sebagai Tuhan. Jangan-jangan umat beragama menyembah Tuhan yang disajikan oleh Plato, Aristoteles, Augustinus, Thomas Aquinas, Ibnu Arabi, Muhammad Iqbal, Theilard de Cardin dan seterusnya sebagai Tuhan. Dan seterusnya segala apa saja pembicaraan tentang Tuhan.
Bunuh semua tuhan-tuhan palsu dan setelah itu katakan: Saya tidak tahu tentang Tuhan! Itu sudah cukup.
“Tidak ada Tuhan ….”, Ini Atheisme. Ini proses penghancuran. Proses pembunuhan tuhan-tuhan palsu. Dekonstrusionisasi!
“… selain Allah”, Ini proses membangun kembali. Ini membangun keyakinan pada Tuhan di atas puing mayat-mayat Tuhan palsu. Ini Rekonstruksi!
Tidak Ada Tuhan Selain Allah!
Negasi dan afirmasi.
Pembunuhan dan pembangunan kembali!

Add New Reply: